rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Minggu, 18 Juli 2010

Mengenali Kanker Serviks, Si Pembunuh Wanita

Tahukah anda, selain Kanker Payudara, ada satu lagi kanker yang manjadi pembunuh wanita yang paling menakutkan. Dialah kanker leher rahim atau kanker serviks. Kasus kematian akibat kanker serviks memang masih berada di bawah kenker payudara, tapi dari tahun-ke tahun kasusnya terus menunjukkan trend kenaikan. Bahkan berdasarkan data yang ada, setiap 2 menit sekali satu orang wanita meninggal akibat kanker ini. Sementara di Indonesia, kematian wanita akibat kanker serviks terjadi setiap 1 jam sekali.


Kenapa disebut kanker serviks? Ini karena kanker serviks terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Sayangnya kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala, sehingga kebanyakan wanita tak akan menyadari dirinya sedang terinfeksi HPV.

Sasaran utama kanker serviks adalah wanita yang berada pada masa produktif, yaitu pada kisaran usia 30 sampai dengan 50 tahun. Parahnya lagi, berdasarkan survey, terbukti hanya 2 persen wanita yang memahami penyebab terjadinya kanker serviks ini. Jadi pengetahuan wanita seputar kanker ini masih sangat minim. Apalagi, dari hampir semua kasus,  infeksi kanker serviks berlangsung tanpa gejala,  sehingga kebanyakan wanita tidak menyadari dirinya sedang terinfeksi kanker serviks.

Kanker Leher Rahim (serviks) berada di bagian depan rahim. Keluhan: Perdarahan, keputihan, nyeri panggul. Bisa ditularkan pada mereka yang sudah aktif secara seksual. Tidak berdasarkan keturunan, tapi disebabkan karena virus HPV - Human Papilloma Virus

Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan pemberian vaksin, yaitu vaksin HPV. Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa vaksin HPV berpotensi mencegah lebih dari 70 persen kasus kanker serviks di dunia. Vaksin HPV ditujukan untuk perempuan usia 10 tahun sampai dengan 55 tahun, dengan jadwal pemberian 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke-6, tapi mahal. “Satu kali vaksin ongkosnya 600 ribu, padahal untuk menghindari kanker serviks butuh 3 kali vaksin.

Kenapa kanker serviks perkembangannya sangat cepat? “Ya, ini karena virus HPV sangat mudah ditularkan. Jangan salah, bukan hanya wanita yang bisa terinfeksi HPV, pria pun juga bisa,” tegas Agus Rahat. Ini disebabkan karena penularannya tidak harus melalui hubungan seks melainkan dapat hanya melalui kontak kulit kelamin, tapi bisa melalui pemakaian bersama alat-alat pribadi atau penggunaan alat-alat kedokteran yang tidak steril.
Lalu bagaimana agar wanita bisa terhindar dari resiko kanker leher rahim? cara paling mudah yang bisa kita lakukan tentu saja dengan cara penerapan pola hidup sehat dan bersih, serta mencintai tubuh kita sendiri. “Karena selama ini motivasi dan keinginan untuk merawat badan kita yang kurang, ya paling tidak 6 bulan sekali melakukan pemeriksaan.”
Lalu bagaimana cara untuk mendeteksi apakah kita terinfeksi kanker leher rahim atau tidak ? Selama ini cara yang paling lazim dilakukan wanita adalah dengan melakukan pap smear. Pap smear, disebut juga tes Pap adalah prosedur sederhana untuk mengambil sel serviks anda (bagian bawah, ujung dari uterus). Dinamai sesuai dengan penemunya, George Papanicolaou, MD. Pap smear tidak hanya efektif untuk mendeteksi kanker serviks tapi juga perubahan sel serviks yang dicurigai dapat menimbulkan kanker. Deteksi dini sel ini merupakan langkah awal anda menghindari timbulnya kanker serviks.
Sayangnya dengan pap smear membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasil deteksi. Tapi jangan khawatir karena kini telah ada metode baru untuk mendeteksi dini kanker leher rahim. Metode ini disebut IVA – Inspeksi Visual dengan menggunakan Asam Asetat.

Selain jauh lebih murah, metode ini juga sangat cepat dan akurat, karena hanya cukup waktu 1 menit untuk mengetahui hasil. Bahkan metode ini bisa mendeteksi tahap pra kanker. Bahkan dengan IVA ini bisa terdeteksi 10 tahun sebelum kanker, sehingga tahap pengobatan bisa kita lakukan secara dini,
Penyakit Kanker Serviks atau Kanker Kandungan seperti pada awal penyakit kanker yang lain, merupakan penyakit yang kronis dan progesif. Artinya penyakit ini mempunyai perjalanan penyakit yang lama, tetapi terus berkembang. Sehingga perawatannya dapat berlanjut terus dalam waktu yang lama.

Sebenarnya penggunaan Kondom dapat mengurangi risiko penularan HPV tetapi tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi HPV. Sehingga setiap perempuan tetap berisiko terkena infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Selain itu masih ada faktor lain yang bisa menularkan virus HPV, “Antara lain jika kita duduk di toilet umum yang sebelumnya diduduki oleh penderita kanker serviks. Oleh sebab itu, lebih aman untuk buang air di toilet jongkok.

Ada 7 faktor yang bisa menyebabkan resiko kanker leher rahim, yaitu : Hubungan seksual pada usia muda; Berganti-ganti pasangan seksual; Kurang menjaga kebersihan daerah kelamin; Sering menderita infeksi daerah kelamin; Anak lebih dari tiga; Kebiasaan merokok; serta Infeksi virus Herpes dan Human Papilloma Virus tipe tertentu.


Gejala Kanker Leher Rahim
1.      Tahap awal tanpa gejala, tidak sakit
2.      Tahap lanjut :
a)      Keputihan yang berbau
b)      Pendarahan dari liang senggama
c)       Pendarahan setelah senggama
d)      Nyeri panggul
e)      Pendarahan pasca menopause

Tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks adalah Tes Pap (mengambil lendir dari serviks untuk dites di laboratorium); Tes HPV-DNA (tes biomolekuler),
Kolposkopi (alat pemeriksaan berupa teropong); Tes IVA - tes menggunakan asam asetat 3-5 persen.

”Deteksi dini kanker dengan IVA TEST (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah cara ‘pinter’ untuk mencegah kanker leher rahim pada perempuan. Perempuan disebut ‘pinter’ jika mampu mencegah kanker pada tahap lebih awal.”

Dapatkan kanker leher rahim disembuhkan? Jawabnya tentu saja dapat! Asal, ditemukan pada tahap pra-kanker, terdeteksi melalui pemeriksaan IVA TEST, dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengapa Harus IVA TEST ? ”Dengan IVA test hasil segera diketahui; Efektif, Aman, dan Praktis; Teknik pemeriksaan sederhana; Butuh bahan dan alat yang sederhana dan murah; Sensivitas dan spesifikasitas cukup tinggi; serta dapat dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih.

Siapa saja yang bisa melakukan tes IVA ? “Tentu saja bagi mereka yang sudah pernah melakukan hubungan seksual; Tidak sedang datang bulan/haid; Tidak sedang hamil; 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual; dan Usia minimal 25 tahun.

Jika hasil tes IVA menunjukkan hasil positif, Pasien yang hasil pemeriksaannya menunjukkan keadaan abnormal, akan dilakukan pengobatan dengan metode krioterapi yaitu sebuah tindakan medis dengan cara mendinginkan bagian yang sakit sampai dengan suhu di bawah nol derajat selsius. Metode ini disebut juga terapi gas dingin.”

**Dikutip dari berbagai sumber**

Kamis, 03 Juni 2010

Asal Usul Nama/Sebutan Daerah di Kota Kediri

Prapatan Reco Pentung


Kawasan ini ada di ujung timur Jl. Patimura. Dulu di kawasan ini ada sebuah patung prajurit Cina yang membawa tongkat sehingga orang Kediri menyebutnya sebagai "Reco Pentung". Patung ini dulunya milik seorang Tionghoa kaya yang di depan rumahnya ada kolam dan ditengah kolam tersebut ada patung ini. Patung ini sekarang masih ada walau sudah tidak di tengah kolam lagi karena kolamnya sudah berubah jadi toko. Patungnya digeser ke belakang toko, di depan rumah induk yang nampak sekali kekunoannya. Rumah di Jl. Patimura No. 145 ini terakhir kali - yang saya ingat - ditinggali oleh keluarga Bapak Moersijan.

Prapatan Ringinsirah


Kawasan ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan "Prapatan Sri Ratu" karena letaknya persis di timur Pasar Raya Sri Ratu. 
Bukan tanpa sebab kawasan itu bernama Ringin Sirah.Karena menurut keyakinan dan cerita turun temurun warga Kediri,lapangan (selatan Sri Ratu) itu memang terkait erat dengan sebuah kisah tentang sirah alias kepala . Konon,di lapangan itulah,dimakamkan (kepala) seorang tokoh legendaris Kediri berjuluk Maling Gentiri. Sedangkan bagian badan dikubur / dimakamkan didaerah banjarmlati tepatnya dibawah pohon dara. lokasi itu sekarang di area GOR jayabaya. Untuk mengetahui riwayat hidup tokoh ini,anda cukup membayangkan sosok Robin Hood dari Inggris. 

Prapatan Jam-Jam


Kawasan ini berada di ujung utara Jl.
Dhoho yang sekarang lebih sering disebut sebagai "Perempatan BI". Dulu di tengah perempatan ini ada jam besar yang menjadi ciri khas perempatan ini, sehingga orang Kediri menyebut kawasan ini sebagai "Prapatan Jam-Jam".

Prapatan Sumur Bor


Kawasan ini ada di ujung selatan Jl. Dhoho. Di era tahun 60-an di pojok timur perempatan ini, tepatnya sekarang ada di utara pos polisi lalu lintas, ada sebuah sumur artesis yang waktu itu digunakan oleh masyarakat disekelilingnya untuk memenuhi kebutuhan akan air maupun masyarakat yang lalu lalang di Jl. Dhoho. Apalagi dulu di timur kawasan ini ada pasar induk Kediri yang disebut Pasar Panjonan (sekarang Jl. Gunung Sari), keberadaan sumur umum ini sangat membantu. Sumur artesis ini sampai sekarang masih berfungsi dengan baik.

Prapatan NABATIYASA


Di pojokan mau menuju gang Balowarti. Nabatiyasa adalah pabrik minyak kelapa / pengolah kopra. 
Srimulat dan Lokaria pernah manggung di situ, sebelum akhirnya menetap lamanya di pemandian Pagora.

Kandang Macan


Tidak pernah ada kebun binatang di Kota Kediri apalagi sampai memelihara macan, namun ada kawasan yang bernama Kandang Macan di Kota Kediri. Tidak jelas mengapa kawasan ini disebut Kandang Macan, tetapi dulu kawasan ini termasuk kawasan "slum" di Kota Kediri. Kawasan ini tepatnya ada di Jl. Ratulangi di selatan Kantor Pegadaian Kediri. Dulu kawasan ini adalah sebuah lokalisasi PSK liar.
Apa karena itu disebut Kandang Macan?

Lemah Geneng


Kawasan ini sebenarnya ada di perbatasan antara Banjaran dan Burengan di Jl. HOS Cokroaminoto, barat toko Sahabat. Disitu ada sebuah punden yang letaknya ada disebuah tanah yang konturnya menjulang tinggi di banding tanah-tanah sekitarnya. Kata "geneng" dalam bahasa Jawa artinya adalah tinggi atau lebih tinggi. Namun kawasan Lemah Geneng lebih menunjuk ke sebuah gang di depan punden ini, yaitu kawasan Pakunden Gg II.
Kawasan ini pernah "moncer" tahun 60-an sampai 70-an karena disini adalah lokalisasi PSK sebelum dipindah ke Semampir.

Sumber Ece


Sebelum jalan Tembus Kaliombo ada, daerah tersebut dulunya adalah rawa-rawa. Sehingga apabila masyarakat hendak ke Dusun Tirtoudan maka satu-satunya akses adalah melewati jalan kecil yang menyerong di timur-selatan perempatan "Baruna" saat ini. Jalan kecil itu melintasi sebuah jembatan, sekarang belakang agen bus Harapan Jaya, di seputar jembatan itulah ada sebuah mata air kecil yang disebut "Sumber Ece". Sumber berarti mata air, sedangkan ece adalah sebutan satuan mata uang rupiah jaman awal-awal kemerdekaan. Mungkin "Sumber Ece" dimaknai sebagai sumber rejeki.

Pasar Gula


Kota Kediri dulu pernah memiliki sebuah pasar yang khusus menjual gula, baik gula pasir, gula batu, maupun gula kelapa. Pasar Gula, demikian dulu masyarakat Kota Kediri menyebut pasar gula dan kawasan di sekelilingnya. Letaknya ada di selatan perempatan Alun-alun kira-kira 50 meter (Jl. Urip Sumoharjo). Pasar tersebut pernah direncanakan pindah ke lapangan Setonobetek (sekarang Pasar Setonobetek) tapi tidak terlaksana. Sekarang Pasar Gula tersebut sudah tidak ada, tapi sebagian masyarakat Kota Kediri masih menyebut kawasan di selatan Alun-alun sebagai Pasar Gula.

Asal Mula Desa Setono Gedong



Asal mula Desa Setono Gedong perlu kami ketahui bahwa desa Setono Gedang ada beberapa cerita menurut ketua takmir Setono Gedong tanah Kediri. Pertama kali yang menemukan adalah Waliyullah, Syah Sulaiman Syamsudin al-Wasil (Mbah Wasil)
Mbah Wasil adalah orang arab dari Mekah. Pada waktu itu ia akan dijadikan pemimpin negara setempat, tetapi beliau menolaknya, sebab ia lebih cinta pada Allah SWT. Lalu ia mengasingkan diri atau hijrah ke Indonesia, tepatnya di Kediri Desa Setono Gedong (Astono Gedong).
Alhamdulillah selamat dan menetap di desa Setono Gedong. Berpuluh-puluh tahun dan pada waktu itu Kediri masih hutan belantara. Mbah Wasil punya pengikut-pengikut atau santri-santri yang kesehariannya diajak mengaji bersama.
Dalam kisahnya, Mbah wasil hendak membangun masjid dalam waktu satu malam, tetapi disaat dini hari terdengar suara wanita yang memukul lesung menumbuk padi. Dan rencana Mbah wasil urung terselesaikan. Hasilnya adalh hanya pondasi yang sampai saat ini masih ada.
Kurang lebih tahun 1897 (seratus tahun yang lalu) masjid yang belun jadi itu pernah dijadikan tempat ibadah penduduk setempat. Dan pada tahun 1967 oleh takmir, depannya masjid dibangun masjid yang diberi nama Masjid Aulia’ Setono Gedong.
Konon saat penggalian pondasi masjid Aulia’ ditemukan menara berukir relief Garuda, dan ternyata gambar tersebut akhirya menjadi lambang negara kita.
Pada tahun 1967 takmir mensertifikatkan tanah negara tersebut untuk wakaf masjid hingga sekarang.

Lo Jemb*t


Tempat yang sekarang ini sudah mulai luntur di ingatan orang Kediri. Padahal di tempat inilah tonggak sejarah masuknya investasi asing ke Kediri. 
Di sana dulu memang banyak pohon Lo yang akar anginnya menjulur sampai ke tanah dan kali brantas. Kalau semampir memang ada kisah mulut ke mulut kalau waktu pembantaian pasukan Jayakatwang dulu banyak mayat yang semampir di tikungan Kali itu. Selain itu para pendatang dulu, sebelum masuk wilayah Bandar, banyak yang menjemur pakaian sambil mengaso. Lalu tentu saja muncul fenomena pelacuran. jadi Lo 'Jemb' tadi memang menyejarah begitu lama.
Arti lain, merupakan slang / penafsiran kata Jeng Bo atau Jim Bun atau Lauw Jian Bao. Jadi periodisasi penamaannya paska Demak. 

Jong Biru


dulu tempat berlabuh perahu tartar/mongol yg dinamakan jung berwarna biru. Lokasinya berada di sebelah selatan jembatan Mrican. Artinya tentara yang kulitnya biru ke ungu2an-pasukan Raja Kelana Swandana dari India yang juga mendarat disini untuk melamar puteri Kediri.Jadi putri Kediri itu cantiknya tersohor sampai dipelosok manca negara termasuk raja jin pun terpesona.
LEMBU SURO waktu melamar putri Kediri diuji kesaktiannya membuatkan sumur dari atas Gn.Kelud dan dalam waktu semalam harus selesai. Karena dia sakti maka menjelang subuh pekerjaan itu hampir selesai-untuk menggagalkannya maka rakyat Kediri memukul-mukul lesung agar hari sudah dikira siang. Lembu Suro marah lalu mengkutuk perbuatan rakyat Kediri & sekitarnya-->
"Kediri jadi kali [tiap tahun dulu Kediri selalu banjir]. Blitar jadi latar [kota blitar rata tertimbun pasir letusan gn kelud]. Tulungagung jadi kedung/kolam [juga banjir]"

PROLIMAN


Simpang lima (5) di jl.Soekarno-Hatta, arah ke timur menuju desa gurah

Nama Desa
Pocanan (nama desa)


Konon, dulu wilayah itu milik Cina kaya bernama Po Cang An. tanah persil yang disewa-sewakan. Periodisasinya jauh dari jaman Kediri kuno, tentu saja.
Arti lain, katanya di wilayah itu dulu banyak pohon Pucang. 

Menadon


Daerah di belakang Brigif yang dulu letaknya di jl. Brawijaya. 

Blitaran


Di seberang GNI atau Warung Marhen. Nah kalau sekitar perempatan itu umumnya orang Jombang dan Mojowarno. Mereka Santri dan pembuat sepatu atau Jok Mobil hebat.

Donayan


Berasal dari kata Donoyo. Mendapat tambahan an menjadi Donayan yang artinya wilayah Donoyo atau Rumah Donoyo. 

Pakelan


Berasal dari kata Pekel (kuat) karena umumnya, dulu, di tempat ini dihuni para pekerja kasar. 

Banjaran


Di satu lokasi desa ini dulu ada Banjar besar tempat berkumpul masyarakat (hindu) dan berakulisasi diri.

Pandean


Di wilayah ini dulu banyak bermukin para pande besi. pembuat senjata, cangkul, dll. 

Balowarti


Kemungkinan dulunya wilayah kedaton / tempat tinggal Bupati atau Patih. 

Dandangan


Kuat dugaan di tempat dulu ini banyak nayaga (pemain gamelan) atau (waranggono (penanyi) yang suka menyanyi (dandangan). Di antara Balowari dan Dandangan ini dulu banyak ditemukan arca kuno. di belakang SMP 1 ada Balong yang dianggap wingit. Dulu di sana ada arca pendeta dan kodok. 

 

Sukorame


Yakni desa ke arah selomangleng sesudah kali kedak belok kanan itu ada bangunan/pagar punden terbuat dari bata, karena perekatnya bukan plesteran/mungkin nira atau putih telur jadi seolah-olah botonya itu lengket, oleh sebab itu daerah tsb disebut daerah boto-lengket (batanya semacam menara di Kudus).
Dulu orang Sukorame umumnya pembuat tenun sarung. Motifnya Gringsingan. Kuat dugaanku, daerah itu memang Kediri kuno. Setidaknya yang masih tersisa, bahkan saat jaman Islam. Bandar dan Sukorame memiliki tradisi tenun yang unik, yang di Jawa sudah tidak berkembang.

JAGALAN


konon dulu ada tempat penjagalan hewan di desa ini. tapi, sampai berapa tahun lalu, tahun 90-an, aku justru mendapati tempat penjagalan hewannya (babi) di desa seberangnya: Kemasan. mungkin tempat jagal babi itu masih ada sekarang.

KEMASAN


dulu para pande emas (kemasan) konon banyak bermukim di sini. sekitar awal 80-an, aku masih mendapati seorang (tinggal seorang) pande emas di Kemasan. rumahnya agak di pojok/hook jalan sriwijaya dan panglima polim, pas seberangnya kantor desa Jagalan dulu.

BANDAR LOR & BANDAR KIDUL


dulu tempat kapal2 berlabuh di kerajaan Kediri pada sungai BRANTAS yg besar dan arusnya deras bisa menghanyutkan ternak dan rumah kalau banjir.

DESA PUTIH


adalah tempat tentara cina yang berkulit putih mendarat untuk melamar puteri Kediri. Tempatnya sebelah timurnya desa Mrican sebelah utara GG sebagian jadi perumahan Putih Permai.

WONO CATUR


tempat nanggala praja kerajaan Kediri berunding. Wono Catur tempatnya kantor Kab Kediri ke utara jurusan ke Pamenang [petilasan Joyoboyo] kira2 jarak 3 km ke arah Timur Laut.

GEDHANG GEPENG


tempat pria iseng yang suka menggoda wanita,tempatnya dulu di desa Tinalan timur bagian selatan-ditepi jalan raya dekat terminal lama ke Barat.

KUWAK


lengkapnya sumber /pemandian Tirtoyoso sekarang.Dulu tempat Sultan Ageng Tirtoyoso beristirahat dari perjalanan jauh dan beristirahat.Karena haus maka di kuwak lah tanah keras didepannya dan keluarlah sumber air yang deras.Tempatnya disebelah utara stadion Brawijaya.

PAGGORA


pemandian PAGGORA ,dulu bangunan prestise kota Kdr yg akan membangun stadion namun urung karena tak ada dana[sekitar th 1960], meskipun melibatkan kebersamaan masyarakat dan warga kota.Nama PAGGORA singkatan dari PAnitia Gotongroyong Gedung Olah Raga.



Sumber: http://en-gb.facebook.com/note.php?note_id=422820205577

Jumat, 16 April 2010

SmartPhone Murah Dari Nokia

          Kabar gembira bagi pecinta SmartPhone. Nokia meluncurkan tiga ponsel pintar yang lebih murah, termasuk model pertama dengan harga di bawah 100 euro ( Rp 1,1 juta) sebagai gebrakan untuk meraih pelanggan baru.
           Pembuat ponsel terbesar di dunia itu mengatakan ingin "menempatkan perangkat kirim pesan yang lebih baik dan perangkat jaringan sosial ke lebih banyak orang di seluruh dunia dengan harga terjangkau."
Nokia C3, E5 dan C6 memiliki keyboard QWERTY lengkap yang memungkinkan pesan cepat dan memberikan akses ke email. Harga perkiraan masing-masing adalah 90 euro, 180 euro dan 220 euro sebelum pajak.
Handset itu akan tersedia pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini.
"Fokus strategis Nokia adalah jelas pada pasar yang baru muncul sekarang, dan menawarkan fitur yang lebih tinggi dan ketiga perangkat melakukannya dengan baik," kata Neil Mawston, analis di Strategy Analytics di London.
Nokia yang berbasis Finlandia mengatakan pada bulan Desember, akan fokus pada ponsel pintar termasuk penyediaan handset murah di pasaran.
            Meskipun ada persaingan dengan BlackBerry dan iPhone, pangsa pasar ponsel cerdas Nokia tumbuh dari 35 persen menjadi 40 persen pada kuartal terakhir tahun 2009.
Yang termurah model baru C3 dengan tag harga perkiraan 90 euro di antaranya memiliki kamera dua megapiksel, layar 2,4 inci serta akses ke Nokia Ovi Mail dan Ovi Chat. Layanan itu memungkinkan pengguna membuat email dan chatting langsung dari perangkat tanpa perlu komputer.
Perangkat itu mendukung kartu memori hingga 8GB, dan memiliki konektivitas WiFi sehingga memungkinkan pengguna memperbarui status dan berbagi foto di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
           Diperkirakan ponsel ini akan diserbu pembeli ketika diluncurkan di Indonesia. Ponsel ini juga berpotensi menggusur maraknya ponsel merk lokal.